Cerpen Ku ^.~



BANDAR  CINTA
                Masa SMA,ngomong-ngomong masalah SMA pasti semua tau,siapa yang nggak tau coba’ masa SMA itu kan masa yang paling indah sedunia hehe,ada senangnya kalau pelajaran kosong so’alnya bisa ngerumpi dengan temen-temen,ada susahnya kalau di kasiiih tugas numpuk sama guru,dan juga ada dag-dig-dugnya kalau di ajar sama guru paling keller di sekolah,pokonya masa SMA itu rasanya GARING bangeeeet deh.
            Kenalin namaku CHIKA kata temen-temen kelasku sih aku tu orangnya ,baik hati,rajin menolong  tidak sombong,cantik juga sih,tapi aku nggak pernah di bilang cantik-cantik banget,ihhhh bête deh,aku sekolah di SMAN 76 Jakarta sekolah terfavorit di jakarta,aku duduk di kelas XI jurusan Bahasa,aku punya sahabat namanya PUPUT dia anaknya baik,pintar dan dia juga anaknya cantik banget,dia di juluki anak tercantik di sekolah, nggak heran siih karena dia mirip banget dengan artis korea si  YOUNHA member SNSD itu loo, aku satu sekolah dengan dia,sekelas juga,aku dengan  dia tu dekeeeeet banget,sampe-sampe teman kelasku ngatain kami  dengan sebutan perangko so’alnya kemanapun, dimanapun, kapanpun,pasti kami always together,seperti kata ketua kelasku “Dimana ada CHIKA di situ ada PUPUT heheh”
Seperti biasa setiap pagi jalanan di kota Jakarta selalu pengap dengan asap kendaraan,polusi udara semakin meningkat,belum lagi macet sana sini,lain halnya dengan aku  dan sahabatku PUPUT,setiap pagi kami berangkat  ke sekolah menggunakan sepeda kesayangan kami,sepeda ku namanya si UNYU’ nama ini di ambil karena tuntutan dari spedaku yang super kiyyyyyyyut di dunia,kalau puput nama spedanya si MARUN,aku siih kurang tau kenapa dia ngambil namanya si marun mungkin gara-gara spedanya warna merah marun kali ya,gak taulah yang jelas sepeda-sepeda ini adalah partner kami banget deh,
“Kring-kring-kring Selamat pagi nona manis,yang paling anggun,paling cantik,paling gak kepo,paling nggak suka sama monyet,tapi mirip dikit,helooow ada orang di sana?”
Ihhhhhh pasti itu suaranya si Puput udah nangkring depen rumahku,seperti biasa aku dengan dia kan perangko jadi kemanapun pasti udah jelas bareng dong,sama halnya dengan berangkat sekolah pasti barengan, sambil ngeluarin si Unyu’ aku balik jawab

“selamat pagi juga nona kurang manis,yang tidak bisa anggun,nggak paling cantik,paling kepo,paling seneng liet monyet,karena mirip,heloow di sini ada orang”
kata-kata ini udah jadi sapaan kami tiap pagi, sebelum jalan ke sekolah kami pelukan dulu  melampiaskan rasa kangen kami setelah gak ketemu pas libur kemarin,
           ”Ehhhhh Chik aku kangen banget sama kamu,baru Cuma dua minggu nggak ketemu kamu rasanya setahun gitu,kamu kangeen  nggak ma aku?”
           “Aku nggak kangen sama kamu tuuh,aku cuma’ kangen sama puputnya,bukan monyetnya”
            “Iiiiiiihh dasar,kamu tega ya”
            “Hahahaha becanda kok Put,kamu pikirin deh,gimana aku nggak kangen,kamu kan sahabat yang paling jujur di dunia ini,muji aku tiap pagi depan gerbang rumah kayak penjual cilok tiap sore itu,cilok,cilooook,ciloknya neng hahahah,aku kangeenn kamu Put,kamu baru ngerasa setahun gak ketemu, kalau aku ngerasa seabad tau”.
Di jalan kami bahagia banget bisa ketemu ,dan juga bahagia karena pertama masuk sekolah bertemu dengan teman-teman kelas yang superr heboh dan kocak. Setelah beberapa menit di perjalanan kamipun sampai di depan gerbang sekolah,dari luar terlihat sudah rame banget,aku udah nggak sabar pengen liat wajah-wajah ceria dari teman-temanku, setelah menaruh si Unyu’ di tempat parkiran,tiba-tiba aku melihat seseorang yang paling aku kagumi di sekolah lewat depanku,aduuuuuhh aku senang banget,tapi sebelnya , aku nggak di tegur,malahan yang di tegur si Puput ihhhh bete deh,berhubung aku bête aku langsung cabut aja masuk kelas duluan ninggalin si Puput  abisnya aku nggak tahan liat mereka ngomong berdua, di kelas aku langsung duduk di kursiku  sambil memanyunkan mulut biar semua tau kalau aku lagi sebel,sebel,sebeeeeeeeeeeeeeeeel
 Tidak lama kemudian puput  nyusul masuk ke kelas,dia langsung duduk deketku kami juga dudknya sebangku,aku berusaha senyum menutupi rasa sebelku terhadapnya,aku terdiam sejenak memperhatikan si Puput yang duduk di sampingku,puput yang halus ini terkadang menimbulkan rasa cemburu di hatiku,tapi aku nggak pernah membencinya, menurutku tuhan itu tidak adil, kenapa ada perbedaan yang jauh seperti ini, padahal kami sama-sama lahir di bumi yang sama, seusia yang sama. Wajar siih setiap orang punya perbedaan tampang dan bentuk tubuh, tapi entahlah aku ngerasa itu bagaikan jurang pemisah yang sangat tajam.
            Aku ingin lahir seperti Puput yang punya kecantikan yang luar biasa, daya pesona dan cirri khas tersendiri,aku ingin membuat orang iri dan terpesona, gara-gara ini aku jadi murung, padahal teman-teman  sekelas begitu ceria bertemu dengan teman-teman yang lain setelah beberapa minggu libur panjang.
            Beberapa jam  kemudian bunyi bel keluarmain pun berbunyi, semua teman-teman kelas bergegas untuk keluar kelas, tapi aku nggak,aku hanya diam di bangku sambil membaca novel,Puput mengajakku untuk keluar, palingan ngajak ke kantin,
          “Chik kantin yuuk!”
           “Males ahh put,kamu duluan aja deh,nanti aku nyusul’’
           “Yaahhh kamu kok nggak asyik,beneran ya,aku tunggu”
            Setelah beberapa saat diam di kelas,borring juga sih, aku berinisiatip buat pergi ke taman belakang sekolahku, sesampaiku di sana aku langsung saja duduk di pinggir kolam, pantulan cahaya matahari di air menyilaukan mata,tapi sebenarnya yang membuat mataku silau itu bukan cahaya matahari,melainkan sosok kak Edward ,kereen aku suka kak Edward, selama ini diam-diam aku memperhatikannya dengan harapan kelak bisa jadi pacarnya,tapi aku tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan isi hati tapi aku juga tau kesibukan kak Edward menjelang ujian, mungkin sebaiknya diam-diam saja sampai akhirnya kak Edward tau sendiri yang sebenarnya,
“Hay Chik,sendirian saja?”
ya ampuuun kak Edward menyapa ku,aduuuh hati ini terasa ademm banget denger suaranya kak Edward,
“Eeh kak Edward,sendirian aja”
“Temen kamu,si Puput itu mana? ternyata ada ya cewek secantik itu di kelas XI, nama panjangnya siapa?”
 Tiba-tiba hatiku terasa tebakar mendengar ucapan kak Edward  yang menanyakan Puput, sepertinya hatiku busuk hanya karena mendengar kak Edward bertanya-tanya tentang  Puput seandainya Puput tau tentang perasaanku,bagaimana ya?. Aku benci diriku dengan perasaan seperti ini. Aku jadi gelisah,benar-benar menyebalkan,selama ini aku tenang-tenang saja Puput jadi pusat perhatian orang-orang tapi waktu mendengar kak Edward bertanya-tanya tentang puput aku jadi syok,aku nggak ingin kak Edward memuji Puput.
“Katanya tadi sih ke kantin,namanya Puput Aydiyunda”
 Jawabku dengan nada pelan,belum lama aku mengobrol dengan kak Edward tiba-tiba temannya memanggilnya,kak Edward akhirnya menuju ketemannya sambil melambaikan tangan kepadaku,setelah kepergian kak Edward,aku langsung bangun dari tempat duduk dan menuju ke kelas,bentar lagi bel pelajaran selanjutnya akan berbunyi,dengan perasaan kesal aku menuju ke kelas,di kelas aku langsung di sapa Puput sambil menyodorkan coklat untukku.
Puput-puput dia memang  teman terbaikku di dunia, apa pantas aku menaruh dendam terhadapnya lagian bukan salah dia,kalau dia di lahirkan menjadi anak yang cantik, dengan tersenyum aku menerima coklat pemberian.
“Aduuuh kamu memang sahabatku yang paling baik Put,kamu tau aja kalau aku laper”
“Hahaha dari dulu tu aku udah jadi anak paling baik,apalagi kalau urusan tentang tau kamu lapaer ato nggak,ya jelas tau lah,kalau kamu laper tu mukamu jadi tambah citu,kayak itu tu yang sering di utan makan pisang,hahaha.”
“Apa kamu bilang,dasar MONARAN”
“Kamu punya kamus bahasa monyet sendiri ya?. Waahhh bener-bener udaah jadi warga tetap di hutan mana mbak? Hahah”
“Apa kamu bilang,itu singketan buat kamu,MONARAN itu monyet kelaparan hahaha”
“Bukannya yang kelaparan itu kamu ya?”
“Oiyya ya hahah”
Keceriaan kembali lagi menyelimuti kami berdua,setelah beberapa jam kami menjadi pendengar terbaik di kelas,akhirnya yang kami tunggu –tunggu sudah berteriak memberikan isarat bahwa pelajaran sudah usai,artinya semua siswa dan siswi boleh pulang,aku dan Puput bergegas membereskan barang-barang yang masih menumpuk di atas meja kemudian memasukkannya ke dalam tas,kami bedua kembali menuju si  Unyu’ dan si Marun,jagoan partner kami berdua
“Heyyy put nanti sore kamu sibuk nggak?”
 Ohhhh my  gooodd, ya tuhan ini apaan hatiku sakiit banget,kenapa kak Edward bertanya seperti itu dengan Puput,apa dia mau mengajak Puput jalan bareng berdua terus mau nyatain cinta pada Puput,atau dia mau ngajak puput ke suatu tempat biar mereka bisa ngobrol berdua,atau ahhhhhh pikiranku saat itu hancur berantakan,
“Ehhh kak Edward,nggak sibuk ngapa-ngapain kak,ada apa kak?”
“Kakak mau ngajak kamu ketemu nanti sore,”
Puput menatapku setelah mendengarkan ucapannya kak Edward sepertinya dia minta jawaban persetujuan atau tidaknya dariku,tapi aku tidak ada respon sama sekali,karena dia juga tidak tau kalau hatiku nggak terima kalau dia harus jalan berdua dengan kak Edward,
“Ketemu di mana kak”
“Kamu maunya di mana?”
“ku siih terserah kakak sajalah”
“Oke kalau gitu nanti sore jam 4 aku tunggu di cafe belgia,jangan sampai nggak datang ya?”
“Iya kak”
 ya tuhaaaaaaaann aku bilang juga apa,saat mendengar obrolan kedunaya usai , suhu badanku naik 180 derajat, hatiku terasa panas mendengar obrolan mereka,tanpa menunggu Puput menaiki spedanya,aku duluan ngebut ninggalin Puput dengan si Unyu’,di belakang terdengar suara Puput memanggilku,
“Chika tungguin”
 teriak Puput,tapi aku nggak peduli,aku hanya menoleh ke belakang sambil balik teriak,
“aku duluan,ada yang harus ku selesaikan sekarang”
Sebenarnya aku tidak punya urusan yang harus ku selesaikan,tapi itu cara ku agar si Puput nggak tau kalau mataku sedang berkaca-kaca olehnya,karena aku udah nggak tahan hatiku terlalu sakit,atas mereka berdua.Sesampaiku di rumah aku langsung menuju kamarku,sambil menangis sepuasku,aku benci dengan hidupku,kenapa aku nggak seperti Puput yang cantik,punya daya pesona buat perhatian cowok,aku merasa tuhan tidak adil untuk itu,aku benci semuanya,setelah beberapa saat kemudian aku teringat dengan kata-kata mereka berdua saat pulang sekolah,mereka janjian buat bertemu di café belgia,aku langsung bangun dari tidurku dan langsung bergegas untuk ke sana,aku ingin meihat mereka berdua,kira-kira mereka ngomongin apa ya? Aku harus tau duluan sebelum Puput menceritakannya padaku,aku takut bakalan tambah sakit dari sekarang,
            Akhirnya jam 4 sore aku langsung menuju café belgia,di perjalanan hatiku nggak karuan,ku percepat ayunan kakiku agar cepat sampai,sesampaiku di sana aku langsung masuk café,namun dengan sikap yang sembunyi-sembunyi,aku tidak boleh ketahuan sama mereka berdua.setelah batang hidung mereka terlihat aku langsung duduk di posisi aman yang bisa di jamin keberadaanku di sana tidak di ketahui,setelah beberapa lama aku mengintip mereka berdua,tiba –tiba,ya tuhaaaaaaaaaann apa yang ku lihat ini,kak Edward memegang tangannya si Puput,aku nggak terima,aku benar-benar nggak terima,tanpa berpikir panjang aku langsung nyamberin mereka berdua,di depan meja mereka aku tidak ngelakuin apa-apa aku hanya memandang keduanya sambil menangis lalu berlari keluar dari café dan mengambil si Unyu’,di belakang aku di kejar oleh Puput tapi aku nggak peduli ayuanan spedaku semakin ku percepat sampai akhirnya aku sampai depan rumahku dan langsung masuk ke dalam kamarku,
            Air mataku kembali berlinang,kali ini jauh lebih deras dari sebelumnya,aku menyesali semuanya,menyesali nasip cintaku yang tak sampai,sedang di luar suara Puput terus menggedor pintu kamarku sambil teriak memanggil namaku,
“Chik  buka pintunya Chik!!kamu kenapa nangis,kamu bisa cengeng ya?”
“Pergi kamu Put aku benci sama kamu” kataku sambil terus menangis
”Chik maksud kamu apa?,tolong buka pintunya Chik aku mohon”
“Kamu nggak perlu tau apa maksudku,aku hanya cewek bodoh yang menginginkan kebahagiaan”
“Tapi Chik aku nggak ngerti apa maksud kamu,sekarang kamu buka pintunya ya,biar semuanya jelas Chik, aku mohon buka pintunya Chik!”
“Kamu telah ngerebut semuanya dari aku,kamu jahat”
“Maksud kamu apa Chik,”
“Kamu tidak pernah tau kan,kamu tidak pernah tau kalau aku suka sama kak Edward,tapi apa kamu ebih dulu ngerebutnya dari aku”
“chika tolong buka pintunya,ini semua salah paham semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan Chik,aku bisa jelasin semuanya,buka pintunya Chik”.
 Aku nggak tau harus membukakan Puput pintu kamarku atau tidak,tapi aku paling nggak bisa melihat sahabatku yang satu ini merasa sedih atau bagaimanalah seperti saat  ini,akhirnya aku pun membukakannya pintu,kemudian ku peluk tubuhnya sambil menangis,begitu juga dengan dia,dia tidak kalah terlihat jauh lebih sedih dariku,
“Put maafin aku,aku terlalu egois,aku hanya mementingkan kebahagiaanku dari pada kamu,”
“Kamu jangan nangis gini dong Chik,”
“Ma’afin aku Put”
“Heyyyy kamu suka sama kak Edward ya?”
 Puput melepas pelukannya sambil menatap mataku,
“iya aku suka sama kak Edward dari sejak pertama melihat dia,tapi sekararang udah nggak kok,aku lebih suka sama kamu,lagian kebahagiaan kamu kan kebahagiaanku juga,kalau kamu senang sama kak Edward aku juga ikut seneng”
“Whaaat,bahagia sama kak Edward,ngaur kamu,aku sama kak Edward nggak ada hubungan apa-apa kok,justru aku seneng banget denger kalau kamu suka sama kak Edward,karena aku nggak usah capek-capek ngebantuin kak Edward buat deketin kamu,”
“Maksud kamu?”
 aku sedikit bingung dengan perkataan si puput,
“Iyaaa,kamu pikir kak edward deket sama aku,karena dia suka gitu,nggaklah dia tu ngedeketin aku karena dia pengen tau tentang kamu lebih jauh dari aku”
“Tapi kalau memang begitu,ngapain dia acara pegang-pegang tanganmu segala?”
“Cie cie cie cemburu dia hahahah,kamu nggak percaya?kalau nggak percaya Tanya aja langsung sama orangnya tuuuuh”.
 Tiba-tiba kak Edward masuk ke dalam kamarku,aduuuuuuuuuuuuh terasa kamar ini mau pecah,hatiku berdebar kencang,sungkan dan malu juga berhadapan dengan kak Edward ,semoga saja jantung ku nggak apa-apa
 “Chik,apa yang di bilang Puput itu semuanya benar,kakak minta ma’af kalau selama ini cara kakak buat ngedeketin kamu membuat kamu sakit,tapi percayalah itu semua karena kakak sayang sama kamu,”
Ohhh tuhan seandainya waktu ini bisa di hentikan,sungguh sulit di percaya,aku terus     menatap kak Edward tanpa kedip,ini bukan mimpi,kalaupun mimpi plisss jangan bangunkan aku,air mataku mengalir jauh lebih deras padahal aku tidak mau terlihat cengeng seperti ini,sepertinya ada yang aneh,ini sungguhan bukan mimpi karena air mata di pipiku di tepis oleh tangannya kak Edward,
“Kok nangis lagi?,nggak sayang ya sama kakak?”
Tanpa berpikir panjang mau jawab apa,aku langsung menganggukkan kepalaku pertanda kalau aku juga sayang banget dengan kak Edward,akhirnya kak Edward tersenyum padaku,akupun balik senyum padanya,Puput sahabatku juga ikut dengan senyum manisnya melihatku.Sekarang mungkin aku adalah orang paling bahagia di dunia.
                                                                           
                                                                                Karya:Egitha Shivva’
LCO ^.^



Category: 2 komentar

2 komentar:

Hazimul Ihsani mengatakan...

Cerpennya Aku suka..
tapi satu yang mesti di ubah..
warna tulisanya.. jgn pakek yang merah, pekek yang
hitam aja.. karena merah tidak baik untuk mata..
update terus dong...
sukses

Unknown mengatakan...

Dear Sani,,
aku tidak pernah bergelut lagi di dunia Blog akhir akhir ini,
tapi aku sekarang udah mulai menggelutinya lagi kok,,jadi tenang aja ya,masih banyak cerita yang harus kau baca :D

Posting Komentar